Pengelolaan Sumber Daya Lahan dan Air untuk Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di ndonesia

Pengelolaan Sumber Daya Lahan dan Air untuk Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di ndonesia

Rp67.000,00

Perubahan tutupan lahan merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika pembangunan wilayah dan pertumbuhan sektor pertanian. Pada wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS), perubahan tutupan lahan berdampak langsung terhadap karakteristik hidrologi, ketersediaan air irigasi, serta kinerja subsektor pertanian. Ketidakterpaduan dalam pengelolaan lahan dan sumber daya air berpotensi menurunkan produktivitas pertanian dan mengancam keberlanjutan sistem pangan.

Buku referensi ini membahas model keterkaitan antara dinamika perubahan tutupan lahan, ketersediaan air irigasi, dan kinerja subsektor pertanian melalui pendekatan sistem dan analisis terpadu. Kajian difokuskan pada DAS Konaweha sebagai studi kasus, yang merepresentasikan karakteristik umum DAS di Indonesia dengan tekanan alih fungsi lahan, peningkatan kebutuhan air, dan ketergantungan pertanian terhadap sistem irigasi.

Pembahasan dalam buku ini meliputi konsep dasar perubahan tutupan lahan, hidrologi DAS, sistem irigasi, serta indikator kinerja subsektor pertanian. Selanjutnya, disajikan metode analisis spasial dan pemodelan yang digunakan untuk mengkaji hubungan antarvariabel tersebut secara kuantitatif dan temporal. Hasil analisis menunjukkan pola keterkaitan yang signifikan antara perubahan tutupan lahan dengan ketersediaan air irigasi dan produktivitas pertanian, serta implikasinya terhadap keberlanjutan pengelolaan DAS.

Buku ini diharapkan menjadi referensi nasional dalam bidang pengelolaan DAS, sumber daya air, dan pembangunan pertanian berkelanjutan. Selain memberikan kontribusi ilmiah, buku ini juga dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pengelolaan lahan dan air yang terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Category:

Perubahan tutupan lahan merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika pembangunan wilayah dan pertumbuhan sektor pertanian. Pada wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS), perubahan tutupan lahan berdampak langsung terhadap karakteristik hidrologi, ketersediaan air irigasi, serta kinerja subsektor pertanian. Ketidakterpaduan dalam pengelolaan lahan dan sumber daya air berpotensi menurunkan produktivitas pertanian dan mengancam keberlanjutan sistem pangan.

Buku referensi ini membahas model keterkaitan antara dinamika perubahan tutupan lahan, ketersediaan air irigasi, dan kinerja subsektor pertanian melalui pendekatan sistem dan analisis terpadu. Kajian difokuskan pada DAS Konaweha sebagai studi kasus, yang merepresentasikan karakteristik umum DAS di Indonesia dengan tekanan alih fungsi lahan, peningkatan kebutuhan air, dan ketergantungan pertanian terhadap sistem irigasi.

Pembahasan dalam buku ini meliputi konsep dasar perubahan tutupan lahan, hidrologi DAS, sistem irigasi, serta indikator kinerja subsektor pertanian. Selanjutnya, disajikan metode analisis spasial dan pemodelan yang digunakan untuk mengkaji hubungan antarvariabel tersebut secara kuantitatif dan temporal. Hasil analisis menunjukkan pola keterkaitan yang signifikan antara perubahan tutupan lahan dengan ketersediaan air irigasi dan produktivitas pertanian, serta implikasinya terhadap keberlanjutan pengelolaan DAS.

Buku ini diharapkan menjadi referensi nasional dalam bidang pengelolaan DAS, sumber daya air, dan pembangunan pertanian berkelanjutan. Selain memberikan kontribusi ilmiah, buku ini juga dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pengelolaan lahan dan air yang terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Pengelolaan Sumber Daya Lahan dan Air untuk Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di ndonesia”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top