Pernikahan sering kali dianggap sebagai ‘garis finis’ kebahagiaan, sementara
masa lajang hanyalah sebuah ruang tunggu yang membosankan dan penuh kecemasan. Kita tumbuh dengan narasi “You Complete Me-bahwa kita adalah manusia setengah jadi yang baru akan utuh jika bertemu belahan jiwa. Namun, benarkah pernikahan adalah tempat rehabilitasi bagi jiwa yang kesepian?
Buku ini hadir sebagai manifesto perlawanan terhadap narasi tersebut. Doni Firdaus mengajak pembaca untuk meruntuhkan dinding ruang tunggu dan mulai membangun istana kehidupan sendiri, sekarang juga.
Melalui perpaduan apik antara Psikologi. Filosofi Stoikisme, dan nilai-nilai Spiritualitas Islam, buku ini memandu Anda untuk melakukan perjalanan ke dalam diri (inward looking). Anda tidak diajarkan cara cepat mendapatkan jodoh, melainkan cara berhenti menunggu dan mulai bertumbuh.
Di dalamnya, Anda akan belajar tentang:
Seni Berdamai dengan Takdir: Menggunakan prinsip Dikotomi Kendali dan Amor Fati untuk menghalau kecemasan akan pertanyaan “Kapan nikah?”.
Menyembuhkan Luka Batin: Mengenali Self-Sabotage, berdialog dengan Inner Child, dan memutus rantai trauma masa lalu agar tidak mewariskannya kepada pasangan kelak.
Membangun Kualitas Diri: Membentuk kebiasaan atomik (Atomic Habits), menetapkan batasan yang sehat (Boundaries), hingga membenahi logika finansial dannalar kritis agar tidak terjebak romantisme buta.
Spiritualitas Kemandirian: Meneladani konsep Al-Hasur dan Tabattul untuk melepaskan ketergantungan hati pada makhluk dan menggantungkannya hanya kepada Tuhan.
“Utuh Sebelum Bersama’ menegaskan bahwa kesiapan mencintai tidak dibangun di atas jiwa yang kosong dan butuh ‘ditambal”, melainkan di atas jiwa yang penuh dan siap berbagi. Ubah fokus Anda dari sibuk mencari “Orang yang Tepat” (Finding The One) menjadi sibuk membentuk diri “Menjadi Orang yang Tepat” (Becoming The One).
Mari menjadi utuh, sebelum memutuskan untuk bersama.
Utuh Sebelum Bersama (Seni Menemukan Diri Sendiri, Menyembuhkan Luka, dan Membangun Kesiapan Mencintai)
Utuh Sebelum Bersama (Seni Menemukan Diri Sendiri, Menyembuhkan Luka, dan Membangun Kesiapan Mencintai)
Rp101.000,00
Pernikahan sering kali dianggap sebagai ‘garis finis’ kebahagiaan, sementara
masa lajang hanyalah sebuah ruang tunggu yang membosankan dan penuh kecemasan. Kita tumbuh dengan narasi “You Complete Me-bahwa kita adalah manusia setengah jadi yang baru akan utuh jika bertemu belahan jiwa. Namun, benarkah pernikahan adalah tempat rehabilitasi bagi jiwa yang kesepian?
Buku ini hadir sebagai manifesto perlawanan terhadap narasi tersebut. Doni Firdaus mengajak pembaca untuk meruntuhkan dinding ruang tunggu dan mulai membangun istana kehidupan sendiri, sekarang juga.
Melalui perpaduan apik antara Psikologi. Filosofi Stoikisme, dan nilai-nilai Spiritualitas Islam, buku ini memandu Anda untuk melakukan perjalanan ke dalam diri (inward looking). Anda tidak diajarkan cara cepat mendapatkan jodoh, melainkan cara berhenti menunggu dan mulai bertumbuh.
Di dalamnya, Anda akan belajar tentang:
Seni Berdamai dengan Takdir: Menggunakan prinsip Dikotomi Kendali dan Amor Fati untuk menghalau kecemasan akan pertanyaan “Kapan nikah?”.
Menyembuhkan Luka Batin: Mengenali Self-Sabotage, berdialog dengan Inner Child, dan memutus rantai trauma masa lalu agar tidak mewariskannya kepada pasangan kelak.
Membangun Kualitas Diri: Membentuk kebiasaan atomik (Atomic Habits), menetapkan batasan yang sehat (Boundaries), hingga membenahi logika finansial dannalar kritis agar tidak terjebak romantisme buta.
Spiritualitas Kemandirian: Meneladani konsep Al-Hasur dan Tabattul untuk melepaskan ketergantungan hati pada makhluk dan menggantungkannya hanya kepada Tuhan.
“Utuh Sebelum Bersama’ menegaskan bahwa kesiapan mencintai tidak dibangun di atas jiwa yang kosong dan butuh ‘ditambal”, melainkan di atas jiwa yang penuh dan siap berbagi. Ubah fokus Anda dari sibuk mencari “Orang yang Tepat” (Finding The One) menjadi sibuk membentuk diri “Menjadi Orang yang Tepat” (Becoming The One).
Mari menjadi utuh, sebelum memutuskan untuk bersama.






Reviews
There are no reviews yet.