Teologi Mandiri Indonesia: Mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan (Peran Iman Kristen dalam Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945)

Rp72.000,00

Teologi Mandiri Indonesia – Mewujudkan Cita-Cita Kemerdekaan menghadirkan pembacaan kritis dan kontekstual atas iman Kristen yang secara langsung bersentuhan dengan empat cita-cita kemerdekaan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Buku ini menegaskan bahwa panggilan iman tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab kebangsaan. Pertama, dalam upaya melindungi segenap bangsa Indonesia, iman Kristen dipahami sebagai dasar etika yang mendorong pembelaan terhadap martabat manusia tanpa diskriminasi, termasuk bagi kelompok rentan dan minoritas. Kedua, dalam memajukan kesejahteraan umum, teologi mandiri menggerakkan gereja keluar dari eksklusivitas menuju keterlibatan nyata dalam mengatasi kemiskinan struktural dan ketimpangan sosial.

Ketiga, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, iman Kristen ditempatkan sebagai kekuatan transformasi yang tidak anti-intelektual, melainkan mendorong pendidikan kritis, kejujuran, dan integritas sebagai fondasi peradaban. Keempat, dalam ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, kekristenan Indonesia dipanggil untuk menjadi agen rekonsiliasi, melampaui sekat agama, serta aktif membangun perdamaian yang berakar pada keadilan.

Category:

Description

Teologi Mandiri Indonesia – Mewujudkan Cita-Cita Kemerdekaan menghadirkan pembacaan kritis dan kontekstual atas iman Kristen yang secara langsung bersentuhan dengan empat cita-cita kemerdekaan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Buku ini menegaskan bahwa panggilan iman tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab kebangsaan. Pertama, dalam upaya melindungi segenap bangsa Indonesia, iman Kristen dipahami sebagai dasar etika yang mendorong pembelaan terhadap martabat manusia tanpa diskriminasi, termasuk bagi kelompok rentan dan minoritas. Kedua, dalam memajukan kesejahteraan umum, teologi mandiri menggerakkan gereja keluar dari eksklusivitas menuju keterlibatan nyata dalam mengatasi kemiskinan struktural dan ketimpangan sosial.

Ketiga, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, iman Kristen ditempatkan sebagai kekuatan transformasi yang tidak anti-intelektual, melainkan mendorong pendidikan kritis, kejujuran, dan integritas sebagai fondasi peradaban. Keempat, dalam ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, kekristenan Indonesia dipanggil untuk menjadi agen rekonsiliasi, melampaui sekat agama, serta aktif membangun perdamaian yang berakar pada keadilan.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Teologi Mandiri Indonesia: Mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan (Peran Iman Kristen dalam Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945)”

Your email address will not be published. Required fields are marked *