Saat dunia memasuki masa krisis pangan dan perubahan iklim, Indonesia telah memiliki jawaban dari kondisi tersebut, yaitu sagu. Tanaman yang dapat tumbuh di lahan tergenang, perawatan yang tidak perlu intens, dan memberi makan jutaan jiwa sejak masa lampau.
Buku ini ditulis oleh para peneliti dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu, yang membahas perjalanan sagu mulai dari hutan tropis sampai ke meja makan yang modern. Setiap bagian buku menjelaskan bagaimana sagu berperan sebagai pusat ekologi lahan basah, bahan yang bisa dikembangkan untuk industri pangan dan energi, serta fondasi ekonomi keluarga di berbagai daerah Indonesia.
Lebih dari sekadar kajian ilmiah, buku ini adalah ajakan untuk menghargai kekayaan lokal sebagai kekuatan bangsa. Sagu tidak hanya menyimpan energi dan nutrisi, tetapi juga kisah ketangguhan masyarakat pesisir, kearifan lokal, serta harapan bagi kemandirian pangan Indonesia. Dengan gaya menulis yang jelas, membangkitkan semangat, dan didasari data, buku ini mengajak kita menyadari bahwa revolusi pangan di Nusantara bisa dimulai dari akar-akar yang tumbuh di tanah sendiri.
Buku ini bukan hanya bacaan, tetapi juga ajakan untuk percaya bahwa masa depan pangan Indonesia bisa berkembang dari sebuah pohon sagu.
Sagu dan Revolusi Pangan Nusantara: Kajian Ekologi, Teknologi, dan Sosial Ekonomi
Sagu dan Revolusi Pangan Nusantara: Kajian Ekologi, Teknologi, dan Sosial Ekonomi
Rp75.000,00
Saat dunia memasuki masa krisis pangan dan perubahan iklim, Indonesia telah memiliki jawaban dari kondisi tersebut, yaitu sagu. Tanaman yang dapat tumbuh di lahan tergenang, perawatan yang tidak perlu intens, dan memberi makan jutaan jiwa sejak masa lampau.
Buku ini ditulis oleh para peneliti dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu, yang membahas perjalanan sagu mulai dari hutan tropis sampai ke meja makan yang modern. Setiap bagian buku menjelaskan bagaimana sagu berperan sebagai pusat ekologi lahan basah, bahan yang bisa dikembangkan untuk industri pangan dan energi, serta fondasi ekonomi keluarga di berbagai daerah Indonesia.
Lebih dari sekadar kajian ilmiah, buku ini adalah ajakan untuk menghargai kekayaan lokal sebagai kekuatan bangsa. Sagu tidak hanya menyimpan energi dan nutrisi, tetapi juga kisah ketangguhan masyarakat pesisir, kearifan lokal, serta harapan bagi kemandirian pangan Indonesia. Dengan gaya menulis yang jelas, membangkitkan semangat, dan didasari data, buku ini mengajak kita menyadari bahwa revolusi pangan di Nusantara bisa dimulai dari akar-akar yang tumbuh di tanah sendiri.
Buku ini bukan hanya bacaan, tetapi juga ajakan untuk percaya bahwa masa depan pangan Indonesia bisa berkembang dari sebuah pohon sagu.






Reviews
There are no reviews yet.