Description
Ditengah dunia yang semakin ramai oleh notifikasi, target, dan tuntutan produktivitas, Ramadhan kerap hadir tanpa benar-benar memberi ruang hening bagi jiwa. Ramadhan: Ibadah Sunyi di Era Bising mengajak pembaca menengok ulang makna puasa dan ibadah dalam kehidupan modern yang serba cepat, penuh distraksi, dan haus validasi.
Buku ini tidak menawarkan panduan teknis ibadah atau daftar target kesalehan. Sebaliknya, ia hadir sebagai teman refleksi yang berjalan pelan, jujur, dan tidak menghakimi. Melalui renungan tentang lapar di era berlimpah, sunyi yang membuat gelisah, ibadah yang tidak instagramable, kelelahan mental, relasi sosial, hingga fikih yang hidup dan penuh rahmat, penulis mengajak pembaca melihat Ramadhan sebagai interupsi ilahi jeda lembut yang menantang ritme hidup yang terlalu bising.
Dengan bahasa yang kontemplatif dan membumi, buku ini menyoroti bagaimana puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi latihan kesadaran: tentang batas diri, kejujuran batin, empati sosial, dan hubungan yang lebih utuh dengan Tuhan serta sesama manusia. Di dalamnya, Ramadhan tidak diposisikan sebagai ajang performa spiritual, melainkan sebagai ruang sunyi untuk pulang pada diri sendiri.
Ramadhan: Ibadah Sunyi di Era Bising ditujukan bagi siapa pun yang pernah merasa lelah secara spíritual, merasa “tidak cukup baik” dalam beragama, atau rindu pada ibadah yang lebih tenang, lebih manusiawi, dan lebih jujur. Buku ini bukan penutup Ramadhan, melainkan teman perjalanan yang mengajak pembaca menjadi manusia yang sedikit lebih sadar, sedikit lebih rendah hati, dan sedikit lebih tenang di tengah dunia yang tidak pernah benar-benar diam.





Reviews
There are no reviews yet.