Menata Warisan di Pesisir Buton Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Sulaa dalam Perspektif Cultural Resource Management

Menata Warisan di Pesisir Buton Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Sulaa dalam Perspektif Cultural Resource Management

Rp68.000,00

Sulaa adalah sebuah kawasan pesisir di Buton yang memadukan lanskap alam yang khas, sejarah maritim yang panjang, tradisi tenun yang masih hidup, serta situs-situs penting seperti Gua Moko, Makam Betoambari, dan Kasulana Tombi Sipanjonga. Kawasan ini bukan hanya ruang bermukim, tetapi merupakan panggung tempat jejak peradaban Buton diwariskan dari generasi ke generasi.

Di tengah perubahan zaman dan tekanan modernisasi, Sulaa menghadapi tantangan untuk menjaga kelestarian nilai-nilai budaya yang membentuk identitasnya. Buku ini mengajak pembaca memahami bagaimana warisan budaya di pesisir Buton dapat dipandang sebagai kekayaan yang perlu dikelola secara arif, berkelanjutan, dan berorientasi pada keberlanjutan komunitasnya.

Melalui pendekatan perspektif budaya dan pemaknaan terhadap lanskap pesisir, buku ini menempatkan Sulaa sebagai contoh penting bagaimana tradisi, ruang hidup, dan sejarah dapat tetap bertahan dan terus relevan. Disusun berdasarkan pemahaman lapangan dan analisis mendalam, karya ini menjadi refleksi mengenai pentingnya merawat warisan budaya lokal agar tetap hidup, bermakna, dan memberi manfaat bagi masa depan masyarakat.

Category:

Sulaa adalah sebuah kawasan pesisir di Buton yang memadukan lanskap alam yang khas, sejarah maritim yang panjang, tradisi tenun yang masih hidup, serta situs-situs penting seperti Gua Moko, Makam Betoambari, dan Kasulana Tombi Sipanjonga. Kawasan ini bukan hanya ruang bermukim, tetapi merupakan panggung tempat jejak peradaban Buton diwariskan dari generasi ke generasi.

Di tengah perubahan zaman dan tekanan modernisasi, Sulaa menghadapi tantangan untuk menjaga kelestarian nilai-nilai budaya yang membentuk identitasnya. Buku ini mengajak pembaca memahami bagaimana warisan budaya di pesisir Buton dapat dipandang sebagai kekayaan yang perlu dikelola secara arif, berkelanjutan, dan berorientasi pada keberlanjutan komunitasnya.

Melalui pendekatan perspektif budaya dan pemaknaan terhadap lanskap pesisir, buku ini menempatkan Sulaa sebagai contoh penting bagaimana tradisi, ruang hidup, dan sejarah dapat tetap bertahan dan terus relevan. Disusun berdasarkan pemahaman lapangan dan analisis mendalam, karya ini menjadi refleksi mengenai pentingnya merawat warisan budaya lokal agar tetap hidup, bermakna, dan memberi manfaat bagi masa depan masyarakat.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Menata Warisan di Pesisir Buton Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Sulaa dalam Perspektif Cultural Resource Management”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top