Description
Islam Tanpa Sejarah menghadirkan sebuah telaah mendalam tentang salah satu fase penting dalam peradaban Islam. Dinasti Umayyah (661–750 M) bukan sekadar catatan politik yang dipenuhi perebutan kekuasaan, tetapi juga sebuah periode transisi yang melahirkan banyak dinamika sosial, ekonomi, dan spiritual.
Buku ini menguraikan bagaimana pergulatan pasca wafatnya Khalifah Utsman bin Affan melahirkan konflik besar antara sahabat-sahabat Nabi, yang kemudian berlanjut dengan lahirnya Dinasti Umayyah di bawah kepemimpinan Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Dari sana, pembaca akan diajak menelusuri perjalanan panjang kekuasaan Umayyah: penaklukan wilayah, pergolakan politik internal, pertentangan Arab dan non-Arab, pemberontakan Khawarij dan Syiah, hingga runtuhnya dinasti di tangan Abbasiyah.
Ditulis dengan gaya naratif yang tetap berlandaskan sumber sejarah, buku ini mencoba menghadirkan sejarah bukan sebagai tumpukan kronologi kering, melainkan sebagai rangkaian peristiwa yang penuh hikmah. Melalui kisah-kisah tokoh besar seperti Mu’awiyah, Abdul Malik bin Marwan, Al-Walid bin Abdul Malik, hingga Umar bin Abdul Aziz, pembaca diajak memahami bagaimana politik, agama, dan budaya saling bertemu dalam pusaran sejarah.
Islam Tanpa Sejarah bukan hanya bercerita tentang masa lalu, tetapi juga memberi cermin bagi masa kini. Bahwa sejarah bukan sekadar catatan kejadian, melainkan pelajaran untuk memahami dinamika umat, kebijaksanaan kepemimpinan, dan arti penting persatuan.





Reviews
There are no reviews yet.