Description
Tidak semua anak tumbuh hanya sebagai penerima kasih sayang. Dalam beberapa keluarga, terutama keluarga militer yang sarat tuntutan dan dinamika, anak; khususnya anak sulung sering kali diam-diam memikul tanggung jawab yang melampaui usianya. Mereka belajar menjadi penopang, penjaga, bahkan pengganti peran orang tua. Fenomena ini dikenal sebagai parentification. Monograf ini mengajak pembaca memahami bagaimana pengalaman tersebut tidak hanya membentuk perilaku, tetapi juga cara individu menilai dirinya sendiri. Dengan menggunakan perspektif contingencies of self-worth, buku ini menunjukkan bahwa nilai diri bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan tumbuh dari pengalaman relasional, dari bagaimana seseorang merasa berharga karena mampu bertanggung jawab, menjaga, dan memberi. Namun, di balik kekuatan itu, tersimpan kerentanan. Tanggung jawab yang terlalu dini dapat menjadi sumber makna sekaligus beban. Parentification dapat membentuk individu yang tangguh dan bermakna, tetapi juga dapat melahirkan nilai diri yang rapuh dan bergantung pada peran yang dijalankan. Melalui integrasi antara data empiris dan kajian teoretis, monograf ini menghadirkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana pengalaman keluarga, terutama dalam konteks militer membentuk dinamika antara tanggung jawab dan nilai diri. Sebuah refleksi ilmiah sekaligus kemanusiaan tentang bagaimana seseorang belajar menjadi “kuat”, dan apa harga psikologis dari kekuatan tersebut.





Reviews
There are no reviews yet.