Generasi Milenial dan Pertumbuhan Gereja: Antara Budaya Populer, Media Digital, dan Teologi Ibadah

Rp45.000,00

Buku ini mengulas secara mendalam tantangan dan peluang pertumbuhan gereja di tengah perubahan sosial-budaya yang dibentuk oleh kehadiran generasi milenial. Sebagai generasi yang tumbuh dalam dunia digital, plural, dan sarat budaya populer, kaum milenial menghadirkan cara pandang baru terhadap iman, gereja, dan ibadah. Melalui pendekatan reflektif dan analitis, buku ini menempatkan generasi milenial bukan sebagai ancaman bagi gereja, melainkan sebagai subjek teologis yang aktif, kritis, dan penuh potensi dalam kehidupan bergereja.
Pembahasan buku ini menyoroti bagaimana budaya populer dan media digital membentuk pola partisipasi, spiritualitas, serta relasi generasi milenial dengan gereja. Gereja ditantang untuk membaca perubahan ini secara bijaksana, tanpa kehilangan kesetiaan pada iman Kristen. Media digital dipahami bukan sekadar alat komunikasi, tetapi ruang baru bagi perjumpaan iman, pembentukan komunitas, dan kesaksian gereja. Dalam konteks ini, pertumbuhan gereja dimaknai secara holistik, tidak hanya dalam ukuran kuantitas, tetapi juga kedalaman iman, kualitas relasi, dan dampak sosial.
Melalui dialog antara konteks sosial-budaya, dinamika digital, dan teologi ibadah, buku ini menawarkan kerangka pemikiran bagi gereja untuk menghadirkan ibadah yang autentik, kontekstual, dan transformatif. Buku ini ditujukan bagi pendeta, pelayan gereja, mahasiswa teologi, serta pemerhati kehidupan bergereja yang rindu melihat gereja bertumbuh secara relevan di tengah perubahan zaman, sambil tetap berakar pada tradisi iman dan panggilan Injil.

Category:

Description

Buku ini mengulas secara mendalam tantangan dan peluang pertumbuhan gereja di tengah perubahan sosial-budaya yang dibentuk oleh kehadiran generasi milenial. Sebagai generasi yang tumbuh dalam dunia digital, plural, dan sarat budaya populer, kaum milenial menghadirkan cara pandang baru terhadap iman, gereja, dan ibadah. Melalui pendekatan reflektif dan analitis, buku ini menempatkan generasi milenial bukan sebagai ancaman bagi gereja, melainkan sebagai subjek teologis yang aktif, kritis, dan penuh potensi dalam kehidupan bergereja.
Pembahasan buku ini menyoroti bagaimana budaya populer dan media digital membentuk pola partisipasi, spiritualitas, serta relasi generasi milenial dengan gereja. Gereja ditantang untuk membaca perubahan ini secara bijaksana, tanpa kehilangan kesetiaan pada iman Kristen. Media digital dipahami bukan sekadar alat komunikasi, tetapi ruang baru bagi perjumpaan iman, pembentukan komunitas, dan kesaksian gereja. Dalam konteks ini, pertumbuhan gereja dimaknai secara holistik, tidak hanya dalam ukuran kuantitas, tetapi juga kedalaman iman, kualitas relasi, dan dampak sosial.
Melalui dialog antara konteks sosial-budaya, dinamika digital, dan teologi ibadah, buku ini menawarkan kerangka pemikiran bagi gereja untuk menghadirkan ibadah yang autentik, kontekstual, dan transformatif. Buku ini ditujukan bagi pendeta, pelayan gereja, mahasiswa teologi, serta pemerhati kehidupan bergereja yang rindu melihat gereja bertumbuh secara relevan di tengah perubahan zaman, sambil tetap berakar pada tradisi iman dan panggilan Injil.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Generasi Milenial dan Pertumbuhan Gereja: Antara Budaya Populer, Media Digital, dan Teologi Ibadah”

Your email address will not be published. Required fields are marked *