Buku Kesadaran di Balik Tiga Ideologi mengajak pembaca memasuki perjalanan intelektual yang mendalam tentang tiga ideologi besar-Kapitalisme, Sosialisme, sebagai cerminan dari sifat dasar manusia. Melalui pendekatan historis, filosofis, psikologis, dan reflektif, penulis menunjukkan bahwa setiap ideologi lahir dari pergulatan manusia dalam memahami dirinya, masyarakat, serta kebutuhan untuk bertahan dan berkembang.
Kapitalisme dibahas sebagai manifestasi naluri individu: dorongan untuk berkompetisi, berinovasi, dan mengejar kebebasan pribadi. Berlandaskan pemikiran Adam Smith, Hayek, Weber, hingga Piketty, bab ini mengeksplorasi dinamika antara kebebasan, inovasi, dan ketimpangan sebagai hasil tak terhindarkan dari sistem yang digerakkan oleh “tangan tak terlihat” serta akumulasi modal.
Di sisi lain, Sosialisme dipahami sebagai bentuk kesadaran kolektif manusia: insting untuk bekerja sama, berbagi, dan memastikan kesejahteraan bersama. Pemikiran Rousseau, Marx, Engels, hingga Keynes dibahas untuk menunjukkan bahwa sosialisme bukan sekadar reaksi terhadap ketidakadilan kapitalisme, tetapi berasal dari kebutuhan mendasar manusia untuk hidup dalam komunitas yang adil dan setara.
Komunisme kemudian hadir sebagai bentuk radikal dari aspirasi kesetaraan total-sebuah cita-cita tentang masyarakat tanpa kelas, tanpa eksploitasi, dan tanpa kepemilikan pribadi. Buku ini mengulas bagaimana gagasan Marx dan Engels berupaya menjawab ekstrimnya ketimpangan dalam kapitalisme, sekaligus mengapa praktik komunisme di berbagai negara menghadapi tantangan besar.
Lebih dari sekadar perbandingan ideologi, buku ini menekankan bahwa kapitalisme, sosialisme, dan komunisme tidak hanya hidup di sistem negara, tetapi juga di dalam diri manusia. Ketiganya adalah representasi dari naluri dasar manusia-individualisme, solidaritas, dan idealisme. Setiap individu, secara tidak sadar, mempraktikkan ketiganya dalam konteks yang berbeda.
Pada akhirnya, buku ini menghadirkan pertanyaan kritis: Apakah kita masih membutuhkan ideologi tetap dalam dunia modern? Atau kita sedang bergerak menuju era post-ideologi yang lebih adaptif, fleksibel, dan manusiawi?
Buku ini adalah panduan reflektif bagi siapa pun yang ingin memahami ideologi secara lebih mendalam-bukan sebagai doktrin, tetapi sebagai bagian dari kesadaran manusia.
Kesadaran di Balik Tiga Ideologi: (Kapitalisme, Sosialisme, & Komunisme)
Kesadaran di Balik Tiga Ideologi: (Kapitalisme, Sosialisme, & Komunisme)
Rp101.000,00
Buku Kesadaran di Balik Tiga Ideologi mengajak pembaca memasuki perjalanan intelektual yang mendalam tentang tiga ideologi besar-Kapitalisme, Sosialisme, sebagai cerminan dari sifat dasar manusia. Melalui pendekatan historis, filosofis, psikologis, dan reflektif, penulis menunjukkan bahwa setiap ideologi lahir dari pergulatan manusia dalam memahami dirinya, masyarakat, serta kebutuhan untuk bertahan dan berkembang.
Kapitalisme dibahas sebagai manifestasi naluri individu: dorongan untuk berkompetisi, berinovasi, dan mengejar kebebasan pribadi. Berlandaskan pemikiran Adam Smith, Hayek, Weber, hingga Piketty, bab ini mengeksplorasi dinamika antara kebebasan, inovasi, dan ketimpangan sebagai hasil tak terhindarkan dari sistem yang digerakkan oleh “tangan tak terlihat” serta akumulasi modal.
Di sisi lain, Sosialisme dipahami sebagai bentuk kesadaran kolektif manusia: insting untuk bekerja sama, berbagi, dan memastikan kesejahteraan bersama. Pemikiran Rousseau, Marx, Engels, hingga Keynes dibahas untuk menunjukkan bahwa sosialisme bukan sekadar reaksi terhadap ketidakadilan kapitalisme, tetapi berasal dari kebutuhan mendasar manusia untuk hidup dalam komunitas yang adil dan setara.
Komunisme kemudian hadir sebagai bentuk radikal dari aspirasi kesetaraan total-sebuah cita-cita tentang masyarakat tanpa kelas, tanpa eksploitasi, dan tanpa kepemilikan pribadi. Buku ini mengulas bagaimana gagasan Marx dan Engels berupaya menjawab ekstrimnya ketimpangan dalam kapitalisme, sekaligus mengapa praktik komunisme di berbagai negara menghadapi tantangan besar.
Lebih dari sekadar perbandingan ideologi, buku ini menekankan bahwa kapitalisme, sosialisme, dan komunisme tidak hanya hidup di sistem negara, tetapi juga di dalam diri manusia. Ketiganya adalah representasi dari naluri dasar manusia-individualisme, solidaritas, dan idealisme. Setiap individu, secara tidak sadar, mempraktikkan ketiganya dalam konteks yang berbeda.
Pada akhirnya, buku ini menghadirkan pertanyaan kritis: Apakah kita masih membutuhkan ideologi tetap dalam dunia modern? Atau kita sedang bergerak menuju era post-ideologi yang lebih adaptif, fleksibel, dan manusiawi?
Buku ini adalah panduan reflektif bagi siapa pun yang ingin memahami ideologi secara lebih mendalam-bukan sebagai doktrin, tetapi sebagai bagian dari kesadaran manusia.






Reviews
There are no reviews yet.