Buku Ekologi Satwa dan Pengelolaan Habitat di Hutan Jawa dan Kalimantan: Kajian Penelitian Empiris menyajikan telaah komprehensif mengenai hubungan antara satwa liar dan habitatnya pada dua kawasan hutan utama di Indonesia dengan karakter ekologis yang kontras. Pulau Jawa dicirikan oleh fragmentasi habitat yang tinggi dan tekanan antropogenik yang intensif, sementara Kalimantan masih memiliki bentang hutan yang relatif luas, namun rentan terhadap degradasi sistemik, khususnya pada ekosistem rawa dan riparian. Melalui pendekatan ekologi lanskap, buku ini menguraikan bagaimana perubahan struktur vegetasi, tata ruang hutan, dan dinamika hidrologi memengaruhi distribusi, perilaku, serta dinamika populasi satwa liar.
Berdasarkan rangkaian penelitian lapangan dan publikasi ilmiah, buku ini menempatkan vegetasi kunci dan flora spesifik sebagai penopang utama fungsi habitat satwa. Kajian empiris mencakup primata endemik seperti lutung Jawa, owa Jawa, dan bekantan, dengan pembahasan mengenai pola makan, aktivitas harian, struktur populasi, serta interaksi manusia–satwa. Analisis disusun secara sistematis untuk menunjukkan respons satwa terhadap fragmentasi habitat, degradasi ekosistem, dan perubahan lanskap, sekaligus menegaskan peran hutan rakyat, kawasan adat, dan vegetasi riparian dalam menjaga konektivitas habitat dan keberlanjutan populasi satwa.
Dengan mengintegrasikan aspek ekologi satwa, vegetasi, dan dimensi sosial-ekologis, buku ini memberikan kontribusi ilmiah dan praktis bagi pengelolaan habitat dan konservasi satwa berbasis bukti. Disusun sebagai buku referensi, karya ini diharapkan menjadi rujukan bagi mahasiswa, peneliti, praktisi kehutanan dan konservasi, serta pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi pengelolaan hutan dan konservasi satwa yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan di Indonesia.






Reviews
There are no reviews yet.