Description
Buku ini merupakan karya mendalam yang mengupas makna hijrah tidak sekadar sebagai peristiwa sejarah perpindahan fisik kaum Muslimin dari Makkah ke Madinah, melainkan sebagai sebuah konsep filosofis dan spiritual tentang transformasi total manusia menuju kesempurnaan. Penulis mengajak pembaca keluar dari pemahaman reduksionis dan melihat hijrah sebagai geometri ruhani yang berkelanjutan, bermula dari kesadaran batin dan berujung pada puncak pengenalan Tuhan (Ma’rifatullah) yang disimbolkan dengan Padang Arafah.
Perjalanan spiritual ini disusun secara sistematis mengikuti ritme kalender Hijriyah, mulai dari Muharram sebagai awal pemurnian niat dan karakter, Rabiul Awwal sebagai internalisasi sifat kenabian, Isra Mi’raj sebagai pendakian jiwa melepaskan belenggu dunia, hingga Ramadhan sebagai masa inkubasi penyucian diri. Penulis membedah makna mendalam dari setiap momen dan ibadah—mulai dari puasa, Lailatul Qadar, Idul Fitri, hingga Haji dan Qurban—menunjukkan bahwa setiap ritual memiliki benang merah ontologis: mengembalikan manusia pada fitrah sucinya dan membebaskan diri dari penghambaan selain Allah.
Melalui pendekatan yang menggabungkan teks wahyu, tasawuf, dan psikologi modern, buku ini menegaskan bahwa hijrah sejati adalah “kematian sebelum kematian”, yaitu proses mematikan ego dan keinginan rendah agar lahir kembali sebagai pribadi yang merdeka di bawah naungan Tauhid. Puncak dari seluruh perjuangan ini adalah wukuf di Arafah—secara fisik maupun batin—tempat di mana manusia mengenal Tuhannya melalui pengenalan akan kefakiran dirinya sendiri.
Buku ini bukan sekadar bacaan teologis, melainkan panduan teknis dan kompas bagi siapa saja yang merasa lelah dengan kepalsuan dunia, mengajak kita semua untuk terus bergerak, berubah, dan berhijrah menuju “pulang” ke hadirat Sang Pencipta.





Reviews
There are no reviews yet.