Description
Di tengah pesatnya transformasi digital Indonesia, peretasan dan kebocoran data bukan lagi sekadar isu teknis yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Ia hadir di ruang belanja daring, layanan digital esensial, sistem keuangan, hingga infrastruktur yang menopang aktivitas jutaan orang.
Buku ini mengajak pembaca menelusuri perjalanan panjang keamanan siber di Indonesia mulai dari era awal peretasan simbolik, tumbuhnya komunitas dan identitas hacker lokal, hingga kebocoran data massal yang mengguncang kepercayaan publik. Dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami, setiap bab mengurai kasus, dampak, dan pelajaran tanpa menunjuk pihak tertentu sebagai kambing hitam.
Lebih dari sekadar kumpulan peristiwa, buku ini membahas peretasan sebagai fenomena sosial: bagaimana teknologi diadopsi terlalu cepat, bagaimana tata kelola tertinggal, dan bagaimana masyarakat sering kali menjadi pihak paling terdampak. Pembaca diajak memahami bahwa keamanan digital adalah hasil dari interaksi sistem, regulasi, budaya, dan kesadaran individu.
Ditutup dengan refleksi tentang masa depan keamanan siber Indonesia, buku ini menawarkan sudut pandang yang seimbang tidak menakut-nakuti, tidak mengglorifikasi, tetapi mengajak pembaca menjadi lebih kritis dan sadar dalam menghadapi dunia digital.
Buku ini ditujukan bagi pembaca umum, pendidik, mahasiswa, dan siapa pun yang ingin memahami realitas keamanan siber Indonesia secara utuh: apa yang pernah terjadi, mengapa hal itu bisa terjadi, dan pelajaran apa yang dapat kita ambil untuk membangun ruang digital yang lebih aman dan bertanggung jawab.





Reviews
There are no reviews yet.