Buku ajar “Pemeriksaan Laboratorium Mikrobiologi dalam Diagnosis Sepsis” menjadi panduan praktis bagi mahasiswa, tenaga laboratorium, dan klinis untuk mempercepat diagnosis serta terapi sepsis. Naskah menguraikan definisi Sepsis-3 (kenaikan SOFA ≥2) dan syok septik (vasopresor untuk MAP ≥65 mmHg dan laktat >2 mmol/L pascaresusitasi), disertai beban epidemiologi global dan nasional, sumber infeksi tersering, serta tantangan resistansi antimikroba. Patofisiologi dibahas sistematis: aktivasi imunitas bawaan dan mediator inflamasi, disregulasi hemostasis, imunosupresi, hingga disfungsi sel, jaringan, dan organ, termasuk perbedaan mekanisme pada sepsis bakteri, virus, jamur Candida, dan parasit (malaria). Buku merangkum manifestasi klinis dan pemeriksaan penunjang non-mikrobiologi seperti hematologi, koagulasi, fungsi ginjal-hati, elektrolit, gas darah, laktat, biomarker (PCT/CRP), serta urinalisis. Fokus utama mikrobiologi menekankan kultur darah sebagai baku emas: prinsip pengambilan 2–3 set, volume optimal, teknik aseptik, kriteria penolakan, komposisi media, dan metode konvensional maupun otomatis (BACTEC, BacT/ALERT, VersaTREK). Tahap lanjut memandu identifikasi (morfologi koloni, Gram, uji biokimia, MALDI-TOF, PCR, PNA-FISH) dan uji kepekaan antibiotik manual/otomatis, termasuk rapid AST, untuk mendukung antimicrobial stewardship dan keselamatan pasien. Dijelaskan pula strategi pencegahan kontaminasi, interpretasi kultur positif/negatif, pemilihan spesimen dari fokus infeksi lain (urin, sputum, pus), serta pelaporan berbasis waktu dari hasil Gram awal sampai identifikasi final agar keputusan antibiotik empiris dapat segera dikoreksi secara aman dan terukur.
Pemeriksaan Laboratorium Mikrobiologi dalam Diagnosis Sepsis
Pemeriksaan Laboratorium Mikrobiologi dalam Diagnosis Sepsis
Rp56.000,00
Buku ajar “Pemeriksaan Laboratorium Mikrobiologi dalam Diagnosis Sepsis” menjadi panduan praktis bagi mahasiswa, tenaga laboratorium, dan klinis untuk mempercepat diagnosis serta terapi sepsis. Naskah menguraikan definisi Sepsis-3 (kenaikan SOFA ≥2) dan syok septik (vasopresor untuk MAP ≥65 mmHg dan laktat >2 mmol/L pascaresusitasi), disertai beban epidemiologi global dan nasional, sumber infeksi tersering, serta tantangan resistansi antimikroba. Patofisiologi dibahas sistematis: aktivasi imunitas bawaan dan mediator inflamasi, disregulasi hemostasis, imunosupresi, hingga disfungsi sel, jaringan, dan organ, termasuk perbedaan mekanisme pada sepsis bakteri, virus, jamur Candida, dan parasit (malaria). Buku merangkum manifestasi klinis dan pemeriksaan penunjang non-mikrobiologi seperti hematologi, koagulasi, fungsi ginjal-hati, elektrolit, gas darah, laktat, biomarker (PCT/CRP), serta urinalisis. Fokus utama mikrobiologi menekankan kultur darah sebagai baku emas: prinsip pengambilan 2–3 set, volume optimal, teknik aseptik, kriteria penolakan, komposisi media, dan metode konvensional maupun otomatis (BACTEC, BacT/ALERT, VersaTREK). Tahap lanjut memandu identifikasi (morfologi koloni, Gram, uji biokimia, MALDI-TOF, PCR, PNA-FISH) dan uji kepekaan antibiotik manual/otomatis, termasuk rapid AST, untuk mendukung antimicrobial stewardship dan keselamatan pasien. Dijelaskan pula strategi pencegahan kontaminasi, interpretasi kultur positif/negatif, pemilihan spesimen dari fokus infeksi lain (urin, sputum, pus), serta pelaporan berbasis waktu dari hasil Gram awal sampai identifikasi final agar keputusan antibiotik empiris dapat segera dikoreksi secara aman dan terukur.






Reviews
There are no reviews yet.