Manusia Pancasila dan Krisis Karakter Bangsa: Refleksi Filsafat Notonagoro dan Søren Kierkegaard merupakan sebuah kajian filosofis mendalam yang berupaya membaca krisis karakter bangsa Indonesia dari sudut pandang hakikat manusia. Buku ini menyoroti melemahnya nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual dalam kehidupan berbangsa akibat globalisasi, individualisme, hedonisme, intoleransi, dan korupsi yang semakin mengakar. Dengan menjadikan Pancasila sebagai kompas moral, penulis merefleksikan pemikiran Notonagoro tentang manusia monopluralis-manusia yang utuh sebagai kesatuan jasmani dan rohani, individu dan sosial, serta makhluk yang bertanggung jawab kepada Tuhan-serta mempertemukannya dengan filsafat eksistensial Søren Kierkegaard yang menekankan keberanian memilih, tanggung jawab personal, dan kehidupan yang autentik. Melalui dialog pemikiran kedua tokoh ini, buku ini menegaskan bahwa pemulihan karakter bangsa tidak cukup dilakukan melalui aturan dan simbol formal, melainkan harus berangkat dari transformasi batin individu yang secara sadar memilih dan menghidupi nilai-nilai Pancasila. Buku ini ditujukan bagi akademisi, pendidik, mahasiswa, dan pembaca umum yang peduli pada masa depan moral bangsa, serta menawarkan Pancasila sebagai jalan eksistensial untuk membangun manusia Indonesia yang etis, religius, dan bermartabat.
Manusia Pancasila dan Krisis Karakter Bangsa: Refleksi Filsafat Notonagoro dan Søren Kierkegaard
Manusia Pancasila dan Krisis Karakter Bangsa: Refleksi Filsafat Notonagoro dan Søren Kierkegaard
Rp61.000,00
Manusia Pancasila dan Krisis Karakter Bangsa: Refleksi Filsafat Notonagoro dan Søren Kierkegaard merupakan sebuah kajian filosofis mendalam yang berupaya membaca krisis karakter bangsa Indonesia dari sudut pandang hakikat manusia. Buku ini menyoroti melemahnya nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual dalam kehidupan berbangsa akibat globalisasi, individualisme, hedonisme, intoleransi, dan korupsi yang semakin mengakar. Dengan menjadikan Pancasila sebagai kompas moral, penulis merefleksikan pemikiran Notonagoro tentang manusia monopluralis-manusia yang utuh sebagai kesatuan jasmani dan rohani, individu dan sosial, serta makhluk yang bertanggung jawab kepada Tuhan-serta mempertemukannya dengan filsafat eksistensial Søren Kierkegaard yang menekankan keberanian memilih, tanggung jawab personal, dan kehidupan yang autentik. Melalui dialog pemikiran kedua tokoh ini, buku ini menegaskan bahwa pemulihan karakter bangsa tidak cukup dilakukan melalui aturan dan simbol formal, melainkan harus berangkat dari transformasi batin individu yang secara sadar memilih dan menghidupi nilai-nilai Pancasila. Buku ini ditujukan bagi akademisi, pendidik, mahasiswa, dan pembaca umum yang peduli pada masa depan moral bangsa, serta menawarkan Pancasila sebagai jalan eksistensial untuk membangun manusia Indonesia yang etis, religius, dan bermartabat.






Reviews
There are no reviews yet.