Jejak Aksara A33, merangkai puisi sebagai kisah fiksi tentang pertemuan, ketertarikan, dan jarak yang perlahan terbentuk di antara manusia. Keindahan hadir sebagai daya pikat yang memikat pandang dan perasaan, sementara kata-kata tumbuh menjadi simbol kekuasaan sekaligus kerapuhan. Di balik pesona, terselip kesombongan, luka yang tak disadari, serta keheningan yang lahir dari suara yang terlalu lantang.
Sebuah antologi yang bergerak dari cahaya menuju bayang, dari kekaguman menuju kesadaran. Ada sosok yang hadir bagai senja, menyalakan semangat dan memberi arah, lalu memudar meninggalkan ruang renung. Harapan, keberanian, dan ketekunan berkelindan dalam imaji yang lembut, membentuk narasi perasaan yang tidak selalu utuh, namun terus bertumbuh.
Pada akhirnya, Jejak Aksara membawa pembaca ke ruang sunyi yang menjadi pusat perjumpaan batin. Di sana, kesepian bukan sekadar kehilangan, melainkan ruang jujur untuk berhadapan dengan diri sendiri. Puisi-puisi dalam antologi ini menawarkan pengalaman fiksi liris yang intim, menghadirkan perjalanan emosional tentang keindahan, luka, dan upaya memahami diri melalui jejak kata yang tertinggal.
JEJAK AKSARA A33
JEJAK AKSARA A33
Rp112.000,00
Jejak Aksara A33, merangkai puisi sebagai kisah fiksi tentang pertemuan, ketertarikan, dan jarak yang perlahan terbentuk di antara manusia. Keindahan hadir sebagai daya pikat yang memikat pandang dan perasaan, sementara kata-kata tumbuh menjadi simbol kekuasaan sekaligus kerapuhan. Di balik pesona, terselip kesombongan, luka yang tak disadari, serta keheningan yang lahir dari suara yang terlalu lantang.
Sebuah antologi yang bergerak dari cahaya menuju bayang, dari kekaguman menuju kesadaran. Ada sosok yang hadir bagai senja, menyalakan semangat dan memberi arah, lalu memudar meninggalkan ruang renung. Harapan, keberanian, dan ketekunan berkelindan dalam imaji yang lembut, membentuk narasi perasaan yang tidak selalu utuh, namun terus bertumbuh.
Pada akhirnya, Jejak Aksara membawa pembaca ke ruang sunyi yang menjadi pusat perjumpaan batin. Di sana, kesepian bukan sekadar kehilangan, melainkan ruang jujur untuk berhadapan dengan diri sendiri. Puisi-puisi dalam antologi ini menawarkan pengalaman fiksi liris yang intim, menghadirkan perjalanan emosional tentang keindahan, luka, dan upaya memahami diri melalui jejak kata yang tertinggal.






Reviews
There are no reviews yet.