SENANDIKA (Monolog Batin dari Kami yang Tak Sama)

SENANDIKA (Monolog Batin dari Kami yang Tak Sama)

Rp60.000,00

Senandika, merangkai puisi sebagai himpunan suara batin yang lahir dari jiwa-jiwa berbeda, berjalan sendiri-sendiri, lalu bertemu di ruang kata. Setiap puisi hadir sebagai pengakuan sunyi, bisik pikiran yang tidak selalu ingin dipahami, hanya ingin dibiarkan ada. Fiksi bergerak halus melalui perasaan, menghadirkan tokoh-tokoh tanpa nama yang memikul cerita, rindu, dan kegelisahan masing-masing.
Menampilkan keberagaman rasa tanpa upaya menyatukannya. Ada jarak, perbedaan cara memandang hidup, serta benturan emosi yang tidak diselesaikan. Kata-kata mengalir sebagai monolog personal, terkadang lembut, terkadang tajam, mencerminkan kehidupan yang sama-sama dijalani, tetapi tidak pernah dirasakan secara serupa. Setiap halaman menyimpan dunia kecil yang berdiri sendiri, sekaligus saling bersinggungan.
Membuka ruang perenungan bagi pembaca yang ingin mendengar suara-suara yang jarang diucapkan lantang. Puisi- puisi di dalamnya menawarkan pengalaman fiksi yang intim dan reflektif, menegaskan bahwa ketidaksamaan tidak meniadakan kebersamaan. Buku ini meninggalkan kesan hening yang panjang, seolah setiap aksara membawa jejak batin yang terus berbicara bahkan setelah halaman terakhir tertutup.

Category:

Senandika, merangkai puisi sebagai himpunan suara batin yang lahir dari jiwa-jiwa berbeda, berjalan sendiri-sendiri, lalu bertemu di ruang kata. Setiap puisi hadir sebagai pengakuan sunyi, bisik pikiran yang tidak selalu ingin dipahami, hanya ingin dibiarkan ada. Fiksi bergerak halus melalui perasaan, menghadirkan tokoh-tokoh tanpa nama yang memikul cerita, rindu, dan kegelisahan masing-masing.
Menampilkan keberagaman rasa tanpa upaya menyatukannya. Ada jarak, perbedaan cara memandang hidup, serta benturan emosi yang tidak diselesaikan. Kata-kata mengalir sebagai monolog personal, terkadang lembut, terkadang tajam, mencerminkan kehidupan yang sama-sama dijalani, tetapi tidak pernah dirasakan secara serupa. Setiap halaman menyimpan dunia kecil yang berdiri sendiri, sekaligus saling bersinggungan.
Membuka ruang perenungan bagi pembaca yang ingin mendengar suara-suara yang jarang diucapkan lantang. Puisi- puisi di dalamnya menawarkan pengalaman fiksi yang intim dan reflektif, menegaskan bahwa ketidaksamaan tidak meniadakan kebersamaan. Buku ini meninggalkan kesan hening yang panjang, seolah setiap aksara membawa jejak batin yang terus berbicara bahkan setelah halaman terakhir tertutup.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “SENANDIKA (Monolog Batin dari Kami yang Tak Sama)”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top